
Menampilkan bahasa saat ini:
Terumbu karang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi dibandingkan ekosistem lainnya, menjadikannya salah satu ekosistem yang paling kompleks sekaligus secara biologis paling berharga di planet ini. Mereka menopang kehidupan lebih dari setengah miliar orang di seluruh dunia melalui penyediaan pangan, sumber penghasilan, perlindungan pesisir, serta praktik budaya.
Namun, ekosistem terumbu karang di seluruh dunia tengah mengalami krisis. Tekanan global akibat perubahan iklim, diperburuk oleh aktivitas manusia secara lokal, telah mempercepat kerusakan terumbu karang – mengancam jutaan manusia yang bergantung pada sumber daya pesisir ini.
Terumbu karang adalah bagian penting dari sistem pendukung kehidupan planet kita. Namun, hanya 2,5% dari terumbu karang dunia yang kini terlindungi secara aktif.
Sumber gambar: © Ove Hoegh-Guldberg
Analisis global yang dipimpin oleh University of Queensland bersama lebih dari 20 mitra ilmiah dan konservasi menemukan bahwa beberapa terumbu karang memiliki paparan yang jauh lebih rendah terhadap tekanan perubahan iklim. Keadaan ini pada umumnya dipengaruhi oleh kondisi oseanografi lokal seperti arus laut dan upwelling (naiknya massa air laut dalam ke permukaan). Terumbu karang berketahanan iklim inilah yang menjadi fokus portal ini, bagian dari Proyek GEF CRR.
Terhubung melalui arus laut yang membawa larva karang dan ikan, terumbu karang berketahanan iklim dapat berfungsi sebagai source reefs — terumbu asal — yang berpotensi menjadi sumber regenerasi karang yang rusak di masa mendatang.
Temukan alat dan informasi tepercaya untuk mengelola, memantau, melindungi, dan mempelajari terumbu karang.
Kita perlu memahami tren fisik, ekologis, dan sosial-ekonomi dalam terumbu karang berketahanan iklim serta ekosistem lainnya yang terhubung agar strategi pengelolaan dapat berhasil.
Namun, kini ada kesenjangan kritis antara ilmu pengetahuan dan sumber data yang ada, dengan pengambilan keputusan di lapangan untuk pengelolaan terumbu karang.
Portal ini bertujuan untuk menghubungkan pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas lokal serta pelaksana lapangan dengan data, platform, serta berbagai alat bantu digital yang terkait guna mendorong pengambilan keputusan berbasis data, menginformasikan tindakan, dan memfasilitasi berbagi informasi.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang peran data dan pemantauan dalam pengelolaan terumbu karang, daftarkan diri Anda dalam kursus online mandiri kami.
Sumber gambar: © Emily Maher/AIMS
Pemberdayaan komunitas lokal memegang peran penting dalam melindungi terumbu karang sekaligus memastikan bahwa laki-laki, perempuan, dan generasi muda terus berkembang di tengah perubahan iklim yang cepat.
Coral Reef Rescue (CRR): Resilient Coral Reefs, Resilient Communities Project (Proyek Penyelamatan Terumbu Karang: Terumbu Karang Tangguh, Masyarakat Tangguh) didanai oleh Global Environment Facility (GEF) dan dilaksanakan di 6 negara yang di mana terumbu karang berketahanan tinggi terpusatkan, yaitu: Fiji, Indonesia, Madagaskar, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Tanzania.
Proyek CRR GEF bertujuan untuk membangun kapasitas, berbagi informasi, dan solusi yang memastikan kelangsungan hidup jangka panjang ekosistem terumbu karang yang berketahanan iklim, melestarikan keanekaragaman hayatinya, serta mendukung ekonomi biru dan masyarakat yang bergantung padanya.
Proyek ini berkontribusi pada Global Coral Reef Rescue Initiative/CRRI (Inisiatif Penyelamatan Terumbu Karang Global) - sebuah kemitraan multi-pemangku kepentingan global yang bertujuan menjaga kesehatan ekosistem terumbu karang dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.